Jumat, 06 Mei 2016

MASA LALU

"Seburuk apapun perjalanan cintamu, perjalanan tetaplah perjalanan. Setiap perjalanan selalu memberi pelajaran. Belajarlah! agar cintamu tak berjalan dijalan yang sama lagi."

--------

Malem ini gue lagi pengen banget ngebahas tentang yang sudah-sudah lewat.  Yang seharusnya udah nggak perlu dibahas, tapi malem ini gue pengen ngebahas itu.  Nggak, gue bukannya nggak pengen move on, tapi lagi pengen ngasih nilai 'positif' dari masa lalu aja.  Gue rasa nggak semua masa lalu adalah negatif.  Beberapa masalalu terkadang malah mengajarkan kita pelajaran yang berguna banget untuk kedepannya.  Maka dari itu gue yang lagi kesurupan bayangan masa lalu ini, ingin sedikit cerita-cerita tentang masa lalu-masa lalu gue yang gue anggap sebagai masa lalu yang positif.   Sebenernya sekarang ini gue panik, soalnya mereka positif semua. Padahal nggak gue apa-apain..........

-----
By the way, baru-baru ini gue sudah kembali lagi ke status normal gue menjadi 'orang yang apa-apa kudu sendiri'. Pokoknya jadi orang yang apa-apa sendiri.  Masa iya gue harus jelasin lagi.  Pokoknya gitu.  Nggak usah, lo nggak usah nanya gimana rasanya. Rasanya biasa aja. Sama kaya rasa daleman yang dijemur di bawah matahari dengan daleman yang di jemur bersama angin kipas. Tetep nyaman.  Entah mungkin karena gue anaknya gampang nyaman atau apa yang jelas keadaan begini dua-duanya nggak ngerubah apapun di keseharian gue. Serius.

Setelah gue inget-inget kenapa ya gue selalu nulis dalam keadaan status 'sendiri'.  Nggak tau kenapa gue seperti ngerasa lebih produktif saat gue lagi sendirian.  Gue lebih banyak dapet inspirasi pas di keadaan seperti ini.  Apa gue sendirian terus aja nih? Gue pernah nyoba nulis pas gue nggak lagi dalam keadaan sendirian, alhasil gue nulis, terus setengah jalan gue berhenti dan nggak diterusin lagi.   Gue ngerasa momen menyedihkan lebih banyak memberi gue pelajaran dari pada momen yang happy.  Dan kebanyakan momen menyedihkan itu selalu memberi pelajaran yang positif bagi gue.  Itulah alasannya kenapa gue lebih seneng nulis pengalaman menyedihkan yang bersifat positif.  Gue nanya sendiri, jawab sendiri.  Namanya juga 'orang yang apa-apa kudu sendiri'. Maklumin aja.

-----
Ngomong-ngomong tentang pengalaman, berarti erat kaitannya dengan masa lalu. Dan tanpa mengurangi rasa nasionalisme kita dalam perjuangan mencapai move on, masa lalu juga berkaitan erat dengan mantan.  Hampir semua orang disini pasti punya mantan.  Entah mereka berengsek atau nggak, yang jelas mereka pernah jadi bagian dari keseharian kita.  Mereka pernah jadi orang yang membuat kalian senyum-senyum ketika bangun pagi. Ya, mereka. Orang yang sekarang udah sedikit enggan memberikan senyumnya untuk kita.  Dan disini yang pengen gue tegasin adalah, berterima kasihlah karena mereka dulu pernah sebaik malaikat walaupun pada akhirnya kalian sadar tak ada yang seperti malaikat di bumi ini.  Beberapa dari temen gue malah ada yang sampe ludah-ludahan kalau ketemu mantan dijalan secara nggak sengaja tapi beberapa teman gue yang lain ada juga yang sampe sekarang masih baper-baperan nungguin siapa yang duluan ngajak balikan.  Gue sampe heran mereka pernah punya masalah apa di kehidupan sebelumnya sampe bisa jadi kaya gitu.  Gue termasuk orang yang gampang ngelupain masalah, apa pun itu. Jadi   beruntunglah kalian yang nyari-nyari masalah sama gue, gue bakalan melupakan kejadian itu dalam sekejap.  Gue bisa semenit gemes banget sama orang, 2 jam kemudian gue bisa jadi biasa aja sama orang itu.  Kadang gue selucu itu.  Gue lebih suka menjadikan masalah-masalah gue sebagai jawaban di masa yang akan datang. Jadi kalau suatu saat gue mendapat masalah seperti itu lagi, gue udah punya jawabannya.

Nggak ada yang pengen punya hubungan yang gagal. Semua ilmuwan selalu ingin berhasil dalam setiap percobaannya.  Tapi pada nyatanya, kegagalan adalah proses.  Proses menuju suatu keberhasilan.  Gitu juga berhubungan.  Gue gagal berkali-kali dalam hubungan.  Hubungan yang gue yakini bakal menjadi masa depan gue tapi ternyata bukan.  Hubungan yang gue bangga-banggakan ke orang, tapi ternyata juga bukan begitu.  Entah gue yang menggagalkan atau gue yang digagalkan. Yang jelas setiap orang akan selalu menjadi alasan dari kegagalan tersebut.  Dan inilah proses, proses yang mengajarkan kita kedepannya.  Gue nggak pernah dengar orang bilang "keberhasilan membuatmu belajar" tapi "kegagalan membuatmu belajar".  Itulah kenapa gue bilang nggak semua masa lalu yang menyedihkan itu negatif.  Setiap kegagalan yang gue alami dalam berhubungan gue jadikan bahan ajar buat hubungan gue kedepannya.  Agar gue nggak kembali mengulang kegagalan yang sama di hubungan selanjutnya.  Gitu juga dengan kegagalan dibidang yang lain, gue selalu mengambil hal positif dari setiap hal pahit yang gue alami...

--------
Jadi intinya adalah, nggak ada orang yang pengen  gagal.  Gagal dalam hubungan atau apapun.  Hanya saja kita cuma perlu sedikit menghargai proses yang sedang berjalan. Gagal adalah bagian dari proses yang ada. Hubungan yang gagal bukan dikarenakan cinta yang salah, tapi karena cara kita mencintai yang nggak benar.  Cinta itu ibarat benda mati, manusia yang hidup. Manusia yang menjalankan benda mati.  Jika cintamu selalu gagal, ubah caramu jangan ubah cintamu.  Tapi kalo cara yang berbeda nggak ngerubah apapun, jangan dipaksakan. Benda mati nggak bisa mencintai manusia yang mati.  Mereka nggak terbalas.  Pada akhirnya nggak ada perpisahaan yang baik. There is no 'good' in goodbye. Nggak seperti kata 'good' pada 'good morning' dan 'good night' yang mengharapkan kebaikan didalamnya.  Jangan mengharapkan perpisahan yang indah, karena mengatakan kata 'selamat' pada selamat tinggal bukan suatu hal yang membahagiakan seperti kata 'selamat' pada umumnya. 

So for the last, ada beberapa quote dari gue:

"Jangan meminta seseorang melupakan masa lalunya.  Minta dia agar mengajakmu belajar melewati masa lalunya bersama. Karna pada akhirnya orang yang membantumu melewati beratnya masa lalu lebih baik dari pada orang yang mati-matian memaksamu melupakan masa lalu tanpa tahu rasanya melangkah kedepan namun dengan badan berbalik kebelakang."

"Tak apa jika masa lalu membuatnya berbalik. Masa lalu tidak akan pernah terlihat sama setelah ditinggalkan. Tak ada kertas yang kembali rapi setelah diremuk-remuk.  Seseorang tidak pernah nyaman menulis dikertas kusut. Bersabarlah, kertas baru."

"Jika dia milik masa lalunya maka dia akan tetap disana. Sejauh apa pun merpati terbang, jika itu rumahnya, maka kau tak perlu cemas. Merpati selalu tahu jalan pulang."

"Tak perlu membenci masa lalu mu.  Meskipun begitu kau pernah sangat dalam menggantungkan rasa mu padanya.  Berterima kasihlah padanya karena sudah pernah bersusah payah menahan perasaanmu yang berat itu."

"Pilih kertas barumu dan tulis lagi ceritamu. Tak apa sesekali mengintip ke kumpulan lembar usang itu, anggap itu sebagai referensimu dalam menulis cerita yang lebih baik."

"Jangan marah pada cintamu yang memikirkan masa lalunya, biarkan. Dia sedang berusaha keras untuk tidak mengulanginya padamu. Jika dia melakukannya, mungkin dia tidak tahu caranya menyakiti dengan lebih lembut."

"Setiap orang akan menjadi sebuah cerita. Dan itu pilihanmu, ingin menjadi cerita yang paling ku suka atau cerita yang paling ku benci."

Nah, sekian dulu edisi masa lalunya.  Lah, cerita masa lalu gue nya mana? Hahaha masa lalu gue nggak baik diumbar-umbar. Tapi  ditunggu aja edisi masa depannya.  Selamat mengingat-ngingat masa lalu ya, guys. Semoga setelah mengingat nggak lupa untuk balik ke depan.  Jangan keenakan mengingat. Hiduplah di masa depan, biarkan masa lalu hidup dimasanya.

Kalau gue sih mau di hidup mas-nya aja boleh ngga? Hehehehe

Hug and kiss

Vega.

P.s: sertakan credit buat yang ngambil isi dari postingan ini ya! :)